Responsive Ad Slot

Latest

latest

Awal Berdirinya Perusahaan Database Terbesar Di Dunia Oracle

Pendiri Oracle, Larry Ellison, Ketika Anda berinovasi, Anda harus siap bahwa orang-orang akan mengatakan Anda gila

30 Oktober 2017

/ by Nata Prima
 Larry Ellison, oracle, microsoft, dbms, database, success story, kisah sukses
image via inc
Kondisi kita saat ini memang sulit ada saja halangannya, jangan lah menyerah teman-teman karena hidup kita masih panjang, Lakukan lah hal yang kita bisa lakukan mungkin suatu saat kita juga meraih yang namanya kesuksesan itu, Seperti artikel ini kisah awal berdirinya Oracle salah satu perusahaan utama pengembang sistem manajemen basis data yang sukses berdiri sampai sekarang.

Tidak menyerah terhadap keadaan


Larry Ellison dilahirkan di Amerika pada 17 Agustus 1944. Masa kecil Larry boleh dibilang tidak begitu menyenangkan. Sejak usia 9 bulan, Larry Ellison telah divonis pneumonia atau radang paru-paru. Karena keadaannya inilah, ia kemudian diadopsi oleh paman dan bibinya yang berdomisili imigran Rusia-Yahudi di Chicago South Side, Bersama kedua orang tua angkat inilah, Larry Ellison menjalani masa kecilnya. Kehidupan mereka cukup tenteram.

Larry Ellison kemudian masuk sekolah tingkat dasar di Eugene Field Elementary School. Ia kemudian melanjutkan sekolah ke Sullivan High School dan pindah ke South Shore. Selama di sekolah, Larry dikenal sebagai murid pintar dan cerdas. Nilainya cukup bagus, apalagi nilai matematikanya. Sayangnya, Larry yang dikenal cerdas dan aktif mulai berubah tingkah setelah mengetahui bahwa kedua orang tua yang mengasuhnya ini bukan orang tua kandungnya.

Sikapnya yang berubah tidak berpengaruh pada prestasinya di sekolah. Ia lulus dengan baik dan melanjutkan pendidikan ke Fakultas Fisika Universitas Illinois, Urbana-Champaign. Sayangnya, ia harus berhenti kuliah karena ibu angkatnya yang selama ini membiayai beliau meninggal dunia. Ia pun kemudian mencari kerja serabutan untuk bertahan hidup bersama sang ayah.

Larry Ellison kembali mencicipi kuliah di Universitas Chichago. Namun, lagi-lagi ia tidak bertahan lama. Gara-gara masalah biaya, ia pun hanya bertahan selama enam bulan di  kampus ini.

Awal Karir 


Karena termotivasi untuk terus hidup, Larry Ellison kemudian mengikuti kursus komputer. Dengan modal kursus, ia pun melamar ke berbagai perusahaan. Sayangnya, banyak perusahaan yang ia lamar tidak membuahkan hasil. Tapi usahanya tidak sia-sia. Larry akhirnya diterima di perusahaan Investasi Fireman’s Fund sebagai teknisi Komputer. Di tempat ini, Larry sering memperbaiki perangkat keras yang sering rusak. Ia juga menangani berbagai masalah terkait perangkat lunak. Karirnya di perusahaan inilah yang kemudian membawa beliau sampai sekarang.

Larry kemudian memutuskan pindah kerja ke Bank Wells Fargo. Di tempat ini masih menjadi seorang teknisi. Di tempat inilah Larry dikenal sebagai pegawai yang cekatan. Sayangnya, ia jarang mendapatkan penghargaan. Ia pun kemudian pindah kerja ke Ampex sebagai seorang Programmer.

Di Ampex, Larry Ellison menemukan sebuah tulisan tentang teori Database relasional yang ditulis oleh Edgar F. Codd. Karena tulisan itu, ia menemukan ide untuk membangun sebuah bisnis yang mengusung konsep “Structured Query Language”, seperti apa yang ditulis oleh Edgar F. Codd. Ia pun mengaplikasikan konsep yang kemudian dikenal sebagai SQL tersebut ke dalam Sistem Database Server. Ia menamakan proyek ini dengan nama Oracle.

Proyek Oracle yang digagas oleh Larry Ellison kemudia berlanjut dengan berdirinya perusahaan Software Development Labs. Perusahaan ini didirikan oleh Larry Ellison, teman Larry, Ed Qates dan juga bos Larry di Ampez yakni Robert Miner.

Ketika Anda berinovasi, Anda harus siap bahwa orang-orang akan mengatakan        Anda gila
Larry Ellison
Pendiri Oracle

Untuk mendirikan cikal bakal dari Oracle Systems Corp. Kedua mitra ini berjuang. Ellison bahkan harus menggadaikan rumahnya hanya demi mendapatkan tambahan batas kredit. Pada tahun 1980, Oracle hanya memiliki delapan karyawan dengan pendapatan kurang dari $1 juta.

Menjaga Momentum


Ellison mempola gaya kepemimpinannya layaknya prajurit Spartan. Dia meluncurkan serangan ganas di pasar software database, mempekerjakan pasukan MBA yang baru lulus dan lapar. Tanpa ampun, ia menyerang produk-produk pesaing. Nilai perusahaan mereka naik dua kali lipat dari tahun ke tahun, mencapai $282.000.000 pada tahun 1988.

Waspadalah Terhadap Janji


Didorong oleh panglima perangnya, Oracle membuat janji-janji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengklaim kalau software ini mendukung platform VAX milik Digital Equipment Corp, tiga tahun sebelum benar-benar bisa melakukannya. Iklan besar sesumbar dengan kompatibilitas penuh dengan DB2 paket database IBM, yang ternyata adalah pemalsuan paten. “Sampai tahun 1990, Oracle cukup terkenal sebagai produk yang sekedar mengumumkan,” kata Paul Cubbage, analis Dataquest Inc di Silicon Valley, mencemooh bahwa pengembangan produk Oracle sebagai overhead projector.

Pentingnya Reputasi Dan Kualitas Produk

Sayangnya kehidupannya tidak selalu mulus. Ellison tiga kali bercerai. Karyawan bergosip tentang wanita-wanita muda simpanannya dan tingkahnya mengemudi dengan sembrono. Mereka menikmati cerita bagaimana CEO mereka tertangkap tiga hari berturut-turut pada perangkap kecepatan yang sama, menolak untuk menepi dan berteriak-teriak ke tempat parkir Oracle dengan polisi dalam pengejaran.

Perusahaannya menghadapi guncangan demi guncangan. Oracle meluncurkan versi 6.0, produk penuh bug sehingga tidak bisa dijalankan. Bagian penjualan mulai memberikan angka penawaran kredit yang luar biasa sebelum kontrak ditandatangani.

“Ini adalah bisnis miliaran dolar yang sudah di luar kendali,” kata mantan eksekutif Oracle, Tom Siebel. “Sistem informasi internal adalah bencana.”

Maka, laba kuartal ketiga pada Maret 1990 anjlok 25 persen dari harapan. Dalam salah satu sell-off terbesar Wall Street, harga saham jatuh ke angka $7,875 dalam semalam. Piutang membengkak menjadi hampir 50 persen dari penjualan tahunan. Laba Oracle pada kuartal berikutnya adalah minus sebesar 20 persen.

Kemudian datang satu peristiwa besar: Pada bulan September, Oracle mengumumkan kerugian $28,7 juta yang pertama. Dari harga tinggi $28,125 pada awal Maret, harga saham Oracle menukik ke $5,375. Perusahaan kehilangan 80 persen dari $3,7 miliar kapitalisasi pasar. The Securities and Exchange Commission meluncurkan sebuah investigasi untuk menyelidiki praktik akuntansi terlarang di dalam Oracle.

Mengambil Tanggung Jawab


Ellison kemudian hanya bisa tiduran di mansion bergaya Jepang di Atherton, California, memikirkan tentang hidupnya, yang ia tahu, sudah berakhir. Kemudian, saat ia sedang mengayuh sepedanya sepanjang pantai California, Ellison bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Apakah saya adalah orang yang tepat untuk memperbaiki keadaan ini?”

Kemudian ia membuat keputusan. Dia telah membuat kekacauan, dan ia harus membersihkannya. “Setelah banyak pemikiran dan pencarian jiwa, saya bertekad untuk tinggal,” kenangnya. “Saya menyadari bahwa tidak penting dengan siapa saya akan digantikan.”

Move On


Maka Ellison memecat semua orang yang terlibat. Ratusan letnan dan eksekutif kena kartu merahnya. Dengan senang hati mereka meninggalkan apa yang mereka yakini sebagai kapal yang akan tenggelam.

Akan tetapi kapal itu tidak tenggelam, justru semakin kuat. Ellison dan tim manajemen barunya melikuidasi semua piutang, memperketat kontrol keuangan dan mengenalkan sistem kompensasi baru yang memberi harga pada agen penjualan hanya ketika produk benar-benar dikirim. Di tengah proses tersebut, Ellison mengambil liburan ke Hawaii. Sementara bodysurfing, ia menantang gelombang 13-kaki yang membuat dia terseret dan menghancurkan tubuhnya membentur karang. Parunya tertusuk, lehernya patah. Namun Ellison menolak untuk membiarkan kematian menghambatnya dari membawa Oracle kembali ke permukaan. Perusahaan melompat. Pendapatan tahunan untuk tahun fiskal 1995 diproyeksikan sebesar $2,9 miliar.

Investasi Untuk Masa Depan


Demi memastikan bahwa Oracle siap untuk masa depan era video on demand, Ellison telah menginvestasikan sekitar $60 juta dari uangnya sendiri untuk membeli saham pengendali dari Ncube Corp, pemula di Silicon Valley yang sedang membangun superkomputer paralel secara besar-besaran. Dengan memanfaatkan ribuan mikroprosesor, masing-masing dengan unit memori individu, mereka menyediakan kecepatan pemrosesan yang jauh lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah dari mainframe tradisional atau superkomputer. Ini satu-satunya cara, untuk melayani video on demand pada harga yang wajar. Jika ia menguasai teknologi ini, maka dia akan memegang kontrol terhadap masa depannya.

Nikmati Hasilnya


Ellison menunjukkan Bill Gates siapa bosnya. Sementara pendapatan Microsoft lebih dari dua kali Oracle, Ellison secara luas dipandang sebagai satu-satunya orang dalam bisnis komputer dengan cash net worth sebesar $3 miliar dan visi untuk menantang Microsoft dan menjadi Nomor 1. Dia mengikuti pendekatan sederhana, “Beli yang terbaik, tanpa kompromi”.

Artikel ini dikutip dari Plimbi/Studentpreneur


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
© 2017-2018 | Eksplorasia.com