Responsive Ad Slot

Latest

latest

5 Misi Antariksa Terbesar Dalam Sejarah

Misi terbesar antariksa di antaranya adalah Mars Rover (Curiosity),International Space Station, Project Apollo Space Program, James Webb, New Horizon

20 November 2017

/ by Eksplorasia Web
Pengiriman manusia menuju Mars yang sering tertunda di karena kan kekurangan dana dan juga teknologi yang belum memungkin kan untuk menuju Mars kalau pun sampai di sana kemungkinan tidak akan kembali lagi ke bumi kita ini, Lingkungan yang sangat berbeda dan ekstrim di sana harus penuh persiapan dan perencanaan terlebih dahulu.

Sudah banyak misi antariksa yang di lakukan negara maju melakukan penelitian dengan cara mengirim robot yang di kendalikan secara jarak jauh seperti Amerika Serikat melalui NASA telah berhasil mengirim robot rover Curiosity seharga  Rp33 triliun ke Mars.

Berikut misi antariksa yang tercatat sebagai misi terbesar dan biaya yang besar.



Mars Rover, Curiosity

Mars Rover Curiosity
image via wonderfulengineering
Curiosity adalah sebuah robot penjelajah berukuran mobil menjelajahi Kawah Gale di Mars sebagai bagian dari misi NASA Mars Science Laboratory (MSL), Diluncurkan dari Cape Canaveral pada tanggal 26 November 2011, berhasil mendarat di Aeolis Palus di Kawah Gale di Mars pada 6 Agustus 2012.

Pembuatan Curiosity memerlukan biaya sebesar 2,5 miliar dolar atau sekitar Rp33 triliun. Tentunya dengan biaya sebesar itu Curiosity di buat sangat canggih untuk menjelajahi permukaan Mars, dan melakukan penelitian yang di kendalikan dari bumi,

International Space Station 

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)
image via asc-csa

Proyek pendirian Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) memang menjadi salah satu fasilitas antariksa termahal yang pernah ada.

Pembangunan ISS merogoh kocek sebesar US$ 150 miliar atau sekitar Rp 1.888 triliun.

ISS diluncurkan pada 20 November 1998 dengan dua bagian utama, yaitu Russian Orbital Segment (ROS) dan United States Orbital Segment (USOS).

Satelit buatan yang bisa dihuni manusia ini merupakan hasil kolaborasi dari lima badan antariksa, yaitu NASA dari Amerika Serikat, Roscosmos dari Rusia, JAXA dari Jepang, ESA dari Eropa, dan CSA dari Kanada.

Project Apollo Space Program

Pendaratan Di Bulan
image via Patrick Hubert Design

Program Apollo merupakan serangkaian misi luar angkasa berawak yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat (NASA), menggunakan pesawat antariksa Apollo dan roket Saturn. Program yang dilaksanakan selama 1961—1975 ini didedikasikan buat cita-cita John F. Kennedy pada 1961. Presiden Kennedy membuat tantangan misi pendaratan di Bulan.

Program Apollo ini terdiri dari 11 penerbangan antariksa. Dana yang dihabiskan buat program ini sekitar 25,4 miliar dolar atau Rp338 triliun. Dari serangkaian penerbangan Apollo, cita-cita tersebut berhasil dicapai oleh misi Apollo 11 pada Juli 1969, yakni pesawat yang mendaratkan Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins di Bulan.

James Webb

Teleskop James Webb
image via NASA
Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), sebelumnya dikenal dengan Next Generation Space Telescope (NGST), merupakan observatorium luar angkasa yang dioptimalkan untuk pengamatan dalam spektrum inframerah dan merupakan pengganti dari Teleskop Hubble dan Teleskop Spitzer.

Mulai direncanakan sejak 1996, proyek ini merupakan kolaborasi internasioal dari sekitar 17 negara dipimpin oleh NASA, dan dengan kontribusi signifikan dari European Space Agency dan Canadian Space Agency. Teleskop ini diberinama dari James E. Webb, administrator kedua NASA, yang berperan penting dalam Program Apollo.

Teleskop ini akan di luncurkan pada tahun depan tepatnya bulan oktober 2018 menggunakan rocket Ariane 5 dari Gunaya, Prancis

New Horizon

Permukaan Planet Pluto
image via pluto.jhuapl

New Horizons adalah nama sebuah wahana antariksa tak berawak NASA yang dirancang untuk terbang melewati Pluto dan bulan. Wahana ini memiliki berat sebesar hampir 500 kilogram misi ini telah menelah biaya 700 juta US Dollar.

New Horizons akan menjadi pesawat pertama yang mengunjungi planet tersebut. Di dalam New Horizons terdapat tujuh peralatan ilmiah yang dirancang untuk memberikan berbagai petunjuk mengenai keadaan permukaan Pluto, susunan dalam, serta atmosfernya.

New Horizons awalnya direncanakan dapat diluncurkan pada 11 Januari 2006, namun ditunda hingga 17 Januari (lalu kemudian ditunda lagi hingga 19 Januari 2006) agar beberapa pengujian lanjutan dapat dilakukan terhadapnya. Peluncurannya dilaksanakan menggunakan sebuah roket Atlas V.


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
© 2017-2018 | Eksplorasia.com