Bagaimana Menemukan Rudal Bertenaga Nuklir yang Hilang di Laut? - Eksplorasia | Jelajahi Dunia Tanpa Batas

Post Top Ad

Bagaimana Menemukan Rudal Bertenaga Nuklir yang Hilang di Laut?

Share This
Ilustrasi Rudal Rusia | The Telegraph

Moskow sedang mencari rudal bertenaga nuklir yang hilang selama tes tahun lalu, CNBC melaporkan hari ini.

Pada bulan Maret, Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia mengembangkan rudal jelajah yang didukung oleh reaktor nuklir. Idenya adalah membuat rudal dapat terbang ke seluruh dunia dan bernavigasi di sekitar sistem pertahanan rudal dan membuat jalan menuju target bahkan meluncur di sisi planet ini, "kata Hans Kristensen, seorang ilmuan ahli senjata nuklir, Amerika.

Sebanyak empat kali percobaan rudal akan berakhir dengan tabrakan, menurut sumber anonim yang berbicara kepada CNBC. Dan sekarang, Moskow dilaporkan mencari satu rudal yang menghilang ke laut Barents utara Rusia pada bulan November.

Rudal itu tidak sedang membawa hulu ledak nuklir, jelas kami tidak melakukan tes dengan cara tersebut kata Joshua Pollack, ahli pengendalian senjata di Middlebury Institute of International Studies, atau MIIS. Tapi diduga rudal tersebut menggunakan reactor nuklir onboard untuk daya terbangnya.

Ini bisa mempersulit upaya pemulihan. Pertama, Moskow harus menemukan rudal yang tenggelam. Saat The Verge berbicara dengan Kristensen tentang bagaimana caranya. "Pejabat intelijen mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia berusaha menyelamatkan senjata ini, jadi mungkin mereka tahu di mana itu" kata Kristensen. Dan kemudian kita akan lihat apa yang terjadi."

Wawancara ini telah diedit untuk kejelasan dan keringkasan.

Bagaimana Anda menemukan rudal yang hilang?

Beberapa uji coba rudal memiliki alat untuk mengirimkan sinyal yang dapat ditemukan kembali setelah diluncurkan. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah Anda dapat menemukannya dengan cepat tetapi kerugiannya tentu saja bahwa setiap musuh potensial yang mungkin mengintai di area yang sama dengan kapal selam khusus juga dapat mengetahui sinyal tersebut, dan mungkin akan mengambilnya. Jika mereka tidak dapat menemukannya dan hanya mengetahui tempat jatuhnya saja, mereka harus mengerahkan kapal pencari dan drone bawah laut yang bisa menangkap sinyal elektronik dan melihat apakah ada sesuatu yang memancarkan sinyal dari senjata tersebut.

Setelah mereka menemukannya, mereka harus segera mengangkatnya kepermukaan  dan menaruhnya disebuah wadah. Tapi, karena benda ini diduga bertenaga nuklir, akan membuat kita bertanya-tanya, apakah rudal telah membocorkan radiasi? Apakah ada kebocoran yang terjadi sekarang di bagian bawah? Apakah rusak begitu banyak sehingga material bocor keluar? Atau apakah masih utuh, dan mereka dapat mengangkatnya secara utuh dan menyelamatkannya?

Bagaimana kebocoran akan mempersulit upaya pemulihan?

Yah itu akan mencemari rudal dan siapa saja yang terlibat dalam menyelamatkannya. Tetapi segera setelah anda mengangkatnya, bergantung pada jenis kerusakan, Anda dapat terkena paparan radiasi langsung tergantung pada bahan radioaktif yang ada di dalamnya.

Kami tidak tahu banyak tentang apa itu ... kami memiliki cukup banyak bahan radioaktif di pesawat jika sudah hancur tentu saja akan mengeluarkan radioaktif, orang-orang yang mengeluarkannya dari air dan bersentuhan langsung dapat langsung terkontiminasi. Ini menjadi operasi pengangkatan yang sangat rumit.

Apakah ini pernah terjadi sebelumnya?

Sepengetahuan saya Amerika Serikat pernah melakukan beberapa eksperimen dengan rudal jelajah bertenaga nuklir pada 1950-an atau 60-an tetapi mereka segera menjauhinya. Percobaan ini tidak membuahkan hasil, dan itu terlalu rumit dan berantakan, tentu saja, setelah anda meluncurkan benda ini, cepat atau lambat akan mendarat dan kemudian anda memiliki masalah dengan polusi radioaktif.

Pengalaman sebelumnya pernah terjadi kapal selam bertenaga nuklir tenggelam di lautan, ada sekitar selusin di luar sana yang telah hilang selama bertahun-tahun dan beberapa dari mereka memiliki senjata nuklir di kapal. Dalam beberapa kasus mereka dapat menyelamatkan kapal selam itu dan membawanya ke permukaan lagi.

Salah satu contohnya adalah beberapa tahun yang lalu kapal selam Rusia Kursk mengalami ledakan parah di kapal, senjata meledak dan kapal selam tenggelam di laut Barents, beberapa saat kemudian mereka mengangkatnya dan dibawa ke darat. Dalam situasi tersebut berpotensi terjadi polusi dari reaktor jika sistem pendingin dan perpipaannya telah rusak. Jadi ada beberapa pengalaman di masa lalu yang berguna untuk penyelamatan di masa depan tentang penanganan bahan nuklir pontesial yang bisa diselamatkan dari lautan.

Sumber: Theverge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages