Visualisasi Menakutkan NASA dari Atmosfer Bumi - Eksplorasia | Jelajahi Dunia Tanpa Batas

Post Top Ad

Visualisasi Menakutkan NASA dari Atmosfer Bumi

Share This
Bumi | NASA/Joshua Stevens/Adam Voiland

Gelombang panas, angin topan dan cuaca ekstrem lainnya mungkin menjadi tanda perubahan iklim yang terjadi saat ini, pada 23 Agustus, NASA membuat sebuah visual baru yang menunjukkan masalah lain yang disebabkan secara tidak langsung oleh pemanasan global, berasal dari debu, abu vulkanik dan sumber lainnya. Tahun ini telah terjadi kebakaran besar di California, British Columbia dan bagian selatan Afrika.

NASA mencatat bahwa visual yang di tampilkan buka representasi langsung dari data satelit untuk membuat peta, para ilmuan menggunakan data dari model Goddard Earth Observing System Forward Processing (GEOS FP) dengan data dan gambar satelit lainnya.  Partikel kabon hitam ditunjukkan dengan warna merah dan garam laut berwarna biru sementara debu ditampilkan dalam warna ungu.

Bumi | NASA/Joshua Stevens/Adam Voiland


Di rangkum dari Engadget, peneliti mengintegrasikan data berdasarkan kekuatan radiasi dari sensor Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer. Mereka juga melapiskan data cahaya malam dari Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit Suomi NPP yang menunjukkan kota-kota besar dan kecil. Warna-warna dan lampu-lampu bercampur untuk membentuk gambar seperti lingkaran yang menyilaukan.

Beberapa peristiwa yang muncul dalam visualisasi menyebabkan masalah cukup serius yakni badai tropis Soulik dan Cimaron akan melanda Korea Selatan dan Jepang, sementara Hawaii bersiap untuk banjir yang disebabkan oleh Badai Lane untungnya badai sudah mulai mereda menjadi badai tropis. Dan asap sebagian besar berasal dari California dan Kanada, British Columbia.

Para ilmuan mengatakan bahwa angin topan, panas yang ekstrim dan kebakaran hutan semuanya diperparah oleh pemanasan global. Pada tahun ini sudah tercatat sebanyak 118 panas di seluruh dunia. Dan kebakaran hutan telah menghancurkan bukan hanya Amerika Utara tetapi juga Yunani dan wilayah lain. Suhu arktik juga menjadi lebih hangat melepaskan CO2 dari permasfrost, gletser dan danau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages